Kamis, 17 September 2009
Selasa, 15 September 2009
Minggu, 13 September 2009
Tentang Diri
Awal mula
Wage Supriadi, terlahir pada hari minggu wage tanggal 1 Juni 1986/23 Ramadhan 1406H (tepat 24 tahun yang lalu, menurut kalender Hijriah).Di kota kecil Tanjung pandan di sebuah pulau salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia, bahkan dunia, pulau Belitung. Terlahir pada hari Minggu Wage (menurut hari pasaran jawa), itu lah sebabnya aku dinamakan Wage (karena kakek adalah orang jawa). Katanya biar gampang ngingetnya. Begitu juga dengan adik-adikku, mereka juga diberi nama sesuai dengan hari lahir mereka. Adik yang pertama lahir hari Kamis Legi di beri nama Legi Partiwi, adik kedua sibungsu lahir pada hari Selasa Pahing di beri nama Dyah Pahinggarsari.
Masa kecil
Masa kecil aku lewati di sebuah desa bernama desa Buluh Tumbang. Desa ini adalah salah satu pintu gerbang menuju Pulau Belitung, karena di desa ini terdapat sebuah Bandar Udara yang sekarang bernama Bandar Udara H A.S. Hanan Djouedin (dulu bernama Bandar Udara Buluh Tumbang). Masa kecil yang sama seperti anak-anak desa lainnya, dilewati dengan bersekolah, belajar mengaji, bermain diperkampungan, dikebun-kebun, dihutan bahkan dijalanan. Tetapi ada satu tempat special untuk bermain bagi kami, itu adalah Bandara (Bandar Udara). Dahulu jumlah penerbangan dan tingkat kesibukan penerbangan yang dari dan menuju pulau Belitung belum seramai ini. Jadi pada pagi dan atau sore hari kawasan bandara sepi, hal ini yang kami manfaatkan untuk menjadikan Bandara sebagai arena bermain kami. Banyak permainan yang biasa kami lakukan, diantaranya adalah kejar-kejaran, petak umpet, bersepeda dilandasan sampai balapan sepeda dilandasan pacu, atau bermain menaiki mobil-mobil pemadam kebakaran yang besar (pada saat itu bahkan terlihat sangat besar).
Sekolah Dasar
Pendidikan dasar aku mulai disebuah SD di dekat tempat tinggal ku. SD itu adalah SDN 45 Tanjung Pandan (dulunya adalah SD Buluh Tumbang). Aku memulai pendidikan di SD ada umur 5 tahun, mungkun akan ada yang bertanya, apa tidak masih terlalu muda? Atau emangnya boleh masik SD umur segitu? Kenapa tidak TK aja dulu? Mungkin pada masa sekarang mungkin sulit anak umur 5 tahun masuk SD, tanpa TK lagi. Tapi pada masa itu begitulah adanya, aku masuk SD pada umur 5 tahun, tanpa merasakan jenjang TK. Karena pada saat itu di sekitar tempat tinggal kami belum ada TK, dan jumlah peminat murid untuk kelas satu masih sedikit, sehingga aku yang minta ingin sekolah akhirnya didaftarkan di SD.
Pada awalnya orang tuaku bicara pada guru dan kepala sekolah seandainya aku belum mampu mengikuti pelajaran disekolah biarlah aku jadi “anak bawang” saja. Anak bawang adalah istilah untuk menyebut anak yang ikut sekolah tetapi belum mampu mengikuti pelajaran (biasanya dikarenakan umurnya yang masih terlalu muda) sehingga dia tidak dibuatkan rapot. Namun ternyata aku bisa mengikuti pelajaran disekolah dengan baik, bahkan pada cawu pertama (pada saat itu masih menggunakan system cawu, catur wulan) aku mendapat peringkat dua dikelas. Aku kalah bersaing dengan temanku sendiri, tetanggaku, dia yang selalu jadi juara pertama. Itu berlangsung terus hinggak dikelas 2. Pada saat naik kekelas 3 dia pindah sekolah. Sehingga akulah yang menjadi juara pertama dikelas hingga aku lulus SD.
Sekolah Menengah Pertama
Setelah lulus dari SD aku melanjutkan sekolah di SMPN 5 Tanjung Pandan, sebuah SMP yang terletak di Desa Perawas yang berjarak sekitar 7Km dari tempat tinggalku. Jarak yang lumayan jauh untuk anak SMP. Pada awal-awal sekolah aku berangkat kesekolah menggunakan sepeda. Waktu tempuh dari rumah ke sekolah menggunakan sepeda sekitar 30 menit, jalan yang dilalui sudah diaspal, namun banyak tanjakan yang harus dilalui. Tanjakan yang untuk anak SMP lumayan tinggi dan melelahkan.
Awal masa SMP prestasiku menurun. Mungkin aku masih belum bisa beradaptasi dengan sisitem pendidikan diSMP yang berbeda dengan system pendidikan diSD. Hal lain yang kemungkinan menjadi faktor penyebab adalah kelelahan karena harus menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda. Setelah semua masalah dapat diatasi prestasiku mulai membaik, aku kembali bisa bersaing memperebutkan posisi terbaik dikelas. Hasil yang aku perolah lumayan baik, walau tidak selalu menjadi yang terbaik tetapi aku bisa bertahan diposisi 3 besar.
Sekolah Menengah Atas (masa indah/tantangan baru/awal perantauan)
Saat aku tamat dari SMP sebuah perusahaan milik Negara yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Timah, melakukan suatu program untuk meningkatkan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka membentuk sebuah kelas SMU yang diisi oleh anak-anak yang di seleksi dari seluruh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Anak-anak tersebut dikumpulkan dan dibina pada sebuah asrama yang terletak di Pemali, Bangka. Aku beruntung menjadi bagian dari anak-anak tersebut.
Kami diseleksi berdasarkan prestasi dari SD hingga SMP, kemudian menjalani serangkaian tes. Hingga terpilih 40 orang siswa yang di bina diasrama dan dititipkan di SMUN 2 Sungailiat, Bangka (sekarang menjasi SMAN 1 Pemali).
Menjadi perantauan dan jauh dari orangtua dan keluarga sangat sulit pada awalnya. Walau hanya merantau ke pulau seberang yang berjarak 4 sampai 5 jam perjalanan laut menggunakan kapal cepat, tapi itu adalah tantangan yang besar bagi kami anak-anak yang saat itu masih berumur antara 14 sampai 16 tahun. Namun itu semua bisa kami lalui dengan baik.
Prestasi di sekolah? Sangat sulit untuk menjadi yang terbaik diantara kumpulan yang terbaik. Aku hanya mampu berada di papan tengah perebutan peringkat dikelas. Namun itu tidak membuat diriku ciut, karena aku berada diantara kumpulan yang terbaik dan setiap dari kami mempunyai kelebihan masing-masing. Suatu persaingan ketat dalam kebersamaan yang indah.
Perguruan Tinggi
Bandung, itulah yang aku tuju untuk melanjutkan pendidikan dijenjang perguruan tinggi. Dan Poloteknik Manufaktur Negeri (POLMAN) Bandung adalah tempat ku menjalani masa-masa itu. Di jurusan Teknik Manufaktur, program studi Maintenance Mechanic
Praktek, praktek dan praktek, itulah yang harus aku jalani saat menempuh pendidikan diPOLMAN. Program Doploma 3 yang mengutamakan praktek dibandingkan teori dengan perbandingan 66.66% praktek dan 33.33% teori. Jadwal 2 minggu praktek dan 1 minggu teori pada tingkat 1 dan tingkat 2 serta 4 hari praktek dan 2 hari teori pada tingkat 3 itulah yang kami jalani. Begitu pula dengan bobot penilaian, nilai praktek memiliki bobot nilai 2 sedangkan bobot nilai teori hanya 1.
Di POLMAN aku bisa kembali bertarung memperebutkan posisi terbaik dikelas, walau tidak selalu menjadi yang terbaik tapi aku selalu ada dalam perebutan tempat terbaik tersebut. Dan pada akhirnya aku lulus sebagai salah satu yang terbaik.
Bekerja, Mengamalkan Ilmu dan Mencari Nafkah
Setelah lulus kuliah aku diterima bekerja disrbuah perusahaan distributor di Jakarta, PT Kawan Lama Sejahter (KLS). Aku bekerja di divisi service bagian Lab Kalibrasi. Dunia yang juga baru bagi ku, Kalibrasi. Disini aku mulai memahami apa sebenarnya kalibrasi itu dan bagai mana seharusnya kita memperlakukan alat ukur. Sesuatu yang masih jarang diketahui oleh masyarakat awam, atau bahkan oleh meraka yang sering kerkutat dengan alat ukur.
Kembali ke Kampus
Sekarang disini lah aku, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Keinginan untuk menuntut ilmu, mengeksploitasi hal baru serta dorongan orang tua membuatku beraha disini sejak September 2008.
Teknik Industri? Teknik yang bukan Teknik. Karena kita tidak hanya belajar tentang sesuatu yang berwujud barang/teknik tetapi kita belajar sesuatu yang lebih luas, yaitu system. Kita belajar tentang ekonomi, manajemen, akutansi, perhitungan, permodelan, manusia, psilologi dan semua yang berhubungan dan menunjang system.Kamis, 10 September 2009
Selamat!!!
Menerima hasil perjuangan selama 3tahun. Setelah berjuang dan berkutat dengan mesin bubut, mesin frais, mesin bor, oli, spare part, grease, bearing, berpanas ria di ruang las dan heat treatment. yang paling berkesan adalah kerja bangku dan melamak(its the best training). Bergadang tiap minggu menyelesaikan tugas dan laporan.Rebutan merin untuk menyelesaikan TA yg teu angges2. Sidang yang mendebarkan.
Akhirnya............................. AKU LULUS!!!!!!!
WISUDA MAINTENANCE MECHANIC (MM) POLMAN 2006
Atas, ki-ka: Idham Aulia Salim; Wage Supriadi; Achmad Holis; Dian Nurdian; Diding Sirojuding; M.Arief Hilman; Andri Naldi; Mulia Farai Todi Ginting; Edi Furma; Rangga JulianaBawah, ki-ka: Nano Darnia; Yudistio Adi Purnomo; Ari Munandar; Andi Winata; Fransiscus Borgias Pramandaru; Khaerul Muluk; Dion Hardiansyah; Kusman Yusuf Tojiri; Kiki Zaenal Mutaqin; Agus Wahyudi; Kusmawan; M.Faisal; Johanes Hermanus Sony





